Berita Terkini

STRATEGI MENGENALKAN PEMILU PADA PEMILIH GEN Z

PURWAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta terus memperkuat peran strategisnya dalam meningkatkan partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula dan Generasi Z, melalui keikutsertaan dalam kegiatan Parmas Insight Chapter #12 yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (21/1).

Kegiatan ini mengusung tema “Pemilih Pemula dan Generasi Z: Strategi Masuk Sekolah dan Kampus, Tantangan Era Digital” dan diikuti oleh KPU Provinsi serta KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Bagi KPU Purwakarta, forum ini menjadi ruang penting untuk menyerap gagasan, berbagi praktik baik, sekaligus merumuskan pendekatan pendidikan pemilih yang lebih adaptif dengan perkembangan zaman.

Parmas Insight Chapter #12 dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, yang menekankan bahwa lebih dari 30 persen pemilih saat ini berasal dari Generasi Z. Kondisi tersebut menjadikan pemilih muda sebagai aktor strategis dalam menentukan arah demokrasi elektoral ke depan. Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan tingkat pengetahuan politik, melainkan juga maraknya disinformasi, hoaks, serta polarisasi opini di ruang digital.

Menurut Hedi, KPU dituntut tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi teknis kepemiluan, tetapi juga sebagai fasilitator dialog publik yang mampu membangun kesadaran politik kritis dan berkelanjutan, khususnya di kalangan generasi muda yang akrab dengan teknologi.

Sebagai keynote speaker, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Bayu Rakhmana, menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakter Generasi Z. Ia menegaskan bahwa sosialisasi kepemiluan perlu melampaui aspek prosedural dan diarahkan pada pemahaman substantif tentang pemilu sebagai proses memilih pemimpin yang berdampak langsung pada kebijakan publik. Nilai kearifan lokal Gapura Panca Waluya juga diperkenalkan sebagai fondasi dalam membangun karakter pemilih muda yang sehat, jujur, cerdas, dan inovatif.

Diskusi semakin kaya melalui pemaparan dari para narasumber, di antaranya Achmad Firdaus (KPU Kota Depok), Abdur Rozaq (KPU Kabupaten Bandung), dan Seni Soniansih (KPU Kota Sukabumi). Berbagai strategi disampaikan, mulai dari program KPU Goes to School dan KPU Goes to Campus, optimalisasi ruang digital, hingga pemanfaatan Rumah Pintar Pemilu sebagai sarana edukasi publik yang inklusif.

KPU Kabupaten Purwakarta memandang forum ini sebagai bekal penting dalam merancang program sosialisasi dan pendidikan pemilih yang lebih kontekstual, kreatif, dan kolaboratif. Dengan memadukan pendekatan digital, kultural, dan lintas pemangku kepentingan, KPU Purwakarta berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi bermakna pemilih pemula dan Generasi Z demi terwujudnya demokrasi yang inklusif dan berintegritas.

 

Humas KPU Kabupaten Purwakarta

Narasi: R.Hutomo  | Foto: R.Nurrosadi

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 73 kali